Setelah sebelumnya kita membahas aplikasi comet pure berbasis PHP, kali ini kita akan buat aplikasi comet dengan bantuan modul Nginx_HTTP_Push_Module. Pada tutorial kali ini PHP kita gunakan sebagai interface untuk front-end.

Untuk mendapat gambaran aplikasi yang akan kita buat, silahkan coba di sini http://pushmodule.slact.net/.

Pertama-tama kita harus melakukan instalasi Nginx disertai dengan modul Nginx_HTTP_Push_Module. Dalam artikel ini OS yang digunakan adalah Ubuntu 11.04. Namun tetap bisa diterapkan pada OS lainnya dengan beberapa penyesuain.
Continue reading…

Aplikasi Comet dengan PHP

Sudah cukup lama saya mendengar tentang istilah comet ini di dalam aplikasi web. Namun baru beberapa hari belakangan tertarik untuk mencobanya lebih jauh dan kemudian menuangkannya dalam tulisan ini.

Comet adalah model aplikasi web dimana client dalam hal ini web browser melakukan long HTTP requst terhadap web server untuk mendapatkan informasi terbaru atau melakukan push data tanpa diminta secara eksplisit oleh browser http://en.wikipedia.org/wiki/Comet_(programming). Ada banyak istilah yang digunakan untuk comet ini seperti server push, ajax push, HTTP streaming dll.
Continue reading…

OAuth merupakan sebuah protokol yang saat ini mulai banyak digunakan oleh penyedia layanan internet seperti Facebook, Yahoo, Twitter, Google dll. Protokol ini membantu sharing informasi dan sumberdaya pribadi seseorang dari suatu aplikasi ke aplikasi lainnya dengan cara yang lebih aman tanpa perlu user memberikan passwordnya. Untuk mendapatkan informasi ini, user terlebih dahulu harus memberikan izin kepada aplikasi pihak ketiga yang ingin mendapatkan informasi tentang dirinya.

Continue reading…

Belakangan saya sedang mencari tutorial membuat aplikasi web menggunakan bahasa pemrogramman Ruby namun tanpa framework apapun. Dari hasil pencarian di Google hasilnya kurang memuaskan. Sebagian besar tutorial mengajarkan menggunakan Rails. Tidak heran hasil pencarian menunjukan demikian mengingat Ruby on Rails adalah framework yang sangat populer. Rails ataupun framework yang lainnya adalah bagus. Namun ketika kita bisa membuat aplikasi dari dasar tanpa menggunakan framework apapun, akan lebih mudah untuk kemudian menggunakan framework manapun. Hal ini lah yang kemudian mendorong saya membuat tulisan ini.
Continue reading…

So its python time. Lets talk a bit about web.py. It is a extremely simple Python web developement framework. I show you the reason by creating some “Hello World” application below.

First, you have to import the core modules in your python file. Then create some routing rule for your web’s url. Next, create a web.py instance. After that, create a class that reprisent your application. And last, run the web.py object. So here the sampe code from my index.py file:
Continue reading…

Panada 0.2.1 Telah Rilis

Hari ini, secara resmi Panada versi 0.2.1 dirilis. Untuk mendownloadnya silahkan klik di sini. Selain melakukan perbaikan dari bug-bug yang ditemukan sebelumnya, beberapa fitur-fitur baru juga telah ditambahkan pada versi ini. Fitur baru ini antara lain:
Continue reading…

Panada Benchmark

Sebagaimana yang umum dilakukan, salah satu unsur penilaian sebuah framework adalah performa kecepatan dalam melakukan suatu tugas. Walaupun bukan satu-satunya unsur penilaian untuk menyatakan bagus atau tidaknya sebuah framework, namun kecepatan bisa menggambarkan bagaimana sebuah framework bisa bekerja secara efisien.

Grafik di bawah, menggambarkan bagaimana Panada bisa menyelesaikan suatu tugas dalam satuan waktu tertentu dibandingkan dengan framework-framework populer yang ada saat ini. Benchmark berikut mengikuti cara yang digunakan Yii dalam melakukan benchmark. Untuk membaca lebih lanjut bisa dilihat di halaman Performance of Yii.
Continue reading…

Kenapa Panada?

Kenapa musti bikin Framework lagi kalau banyak Framework yang bagus-bagus? Kira-kira seperti itu pertanyaan yang muncul dari dalam diri saya sendiri, dan kurang-lebih, juga datang dari teman-taman sekitar. Diantara semua jawaban yang coba saya cari, mungkin satu jawaban yang paling mendasar adalah “masih kurang puas”.
Continue reading…

As lots of blogs and tutorial wrote, Nginx (pronounced “engine x”) is a high-performance HTTP server. The most great and important feature from Nginx is low resource consumption. So that, you can allocated your RAM Memory to other process such as MySQL or Memcached. This tutorial shows how you can install Nginx on an Ubuntu 9.10 server with PHP5 support through FastCGI (spawn-fcgi).

Spawn FastCGI (spawn-fcgi) (http://redmine.lighttpd.net/projects/spawn-fcgi) is a project originally to support Lihttpd. On lots of tutorial and how to, if we want to configuring Nginx and FastCGI, we have also install lighttpd to get spawn-fcgi package. At that time there was still no standalone package for spawn-fcgi. Fortunately since version 9.10 ( or 9.04) Ubuntu provide a standalone spawn-fcgi on they’re repository. So that, you don’t have to install Lighttpd anymore. Lets start it!
Continue reading…

UPDATE: Semenjak Facebook meluncurkan Facebook Graph, yang menggunakan Oauth sebgai mekanisme otentifikasinya, Artikel ini sudah tidak relevan lagi. Untuk membaca lebih jauh tentang otentifikasi Facebook menggunakan Oauth 2.0 silahkan baca di link berikut http://developers.facebook.com/docs/api#authorization

Facebook merupakan website jejaring sosial terbesar saat ini. Berdasarakan data Alexa Facebook menempati peringkat ke dua terbesar di seluruh dunia setelah Google. Untuk di Indonesia sendiri Facebook menjadi website yang paling banyak dikunjungi.

Salah satu penyebab yang menjadikan Facebook begitu digemari oleh setiap orang adalah banyaknya applikasi yang bisa digunakan baik untuk kepentingan serius (seperti applikasi survey atau group) maupun sekedar mencari hiburan dengan bermain game. Banyaknya applikasi ini dimungkinkan karena Facebook membuka platform applikasinya sehingga bisa dipelajari dan digunakan oleh setiap developer applikasi.


Continue reading…