Facebook merupakan website jejaring sosial terbesar saat ini. Berdasarakan data Alexa Facebook menempati peringkat ke dua terbesar di seluruh dunia setelah Google. Untuk di Indonesia sendiri Facebook menjadi website yang paling banyak dikunjungi.
Salah satu penyebab yang menjadikan Facebook begitu digemari oleh setiap orang adalah banyaknya applikasi yang bisa digunakan baik untuk kepentingan serius (seperti applikasi survey atau group) maupun sekedar mencari hiburan dengan bermain game. Banyaknya applikasi ini dimungkinkan karena Facebook membuka platform applikasinya sehingga bisa dipelajari dan digunakan oleh setiap developer applikasi.
OpenID adalah sebuah layanan identitas terpusat yang memungkinkan seseorang cukup mempunyai satu identitas untuk bisa mengakses berbagai macam website. Dengan mengintegrasikan aplikasi ini akan memudahkan user yang akan login pada website kita karena ia hanya perlu cukup mengingat satu account saja. Hingga saat ini OpenID sudah di dukung oleh website-webiste besar seperti Google, Yahoo, Wordpress, VeriSign, AOL dll.
Continue reading…
Suatu saat saya sedang membuat sebuah aplikasi. Salah satu featurenya adalah otentifikasi yang menggunakan email dan password bagi user yang akan login. Setelah menyelesaikan bagian otentifikasi ini kemudian saya mencobanya.
Semuanya tampak berjalan sesuai seperti yang saya harapkan. Halaman-halaman yang sudah ditetapkan hanya bisa dibuka ketika user sudah login sudah dapat terlindungi dengan baik. Hal ini berarti user tidak bisa mengakses secara langsung halaman ini sebelum ia login. Namun secara kebetulan saya menemukan hal yang cukup mengganjal. Ketika saya sudah logout dan mengklik tombol back pada browser saya, halaman yang seharusnya hanya bisa dibuka ketika user dalam kondisi login ternyata masih bisa ditampilkan oleh browser. Kenapa hal ini bisa terjadi? Padahal saya sudah menetapkan algoritma “jika session atau cookie user sudah terhapus maka halaman tersebut tidak dapat diakses”.
Continue reading…